PROGRAM STUDI MANAJEMEN, FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI, MENGGELAR KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA MUARO JAMBI. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat tata kelola manajemen usaha kelompok ibu-ibu yang beraktivitas di Pasar Paduka, kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi.

Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, dikenal sebagai salah satu desa di Kabupaten Muaro Jambi yang konsisten melestarikan budaya. Salah satu wujudnya adalah kehadiran Pasar Paduka di kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi.

Guna memperkuat kapasitas manajemen kelompok usaha ibu-ibu di pasar tersebut, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Adiwangsa Jambi, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk seminar dengan narasumber Muhammad Rifzqi Ramadani yang membawakan materi “Dapur Berdaya, Budaya Terjaga.”

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Adiwangsa Jambi, Dr. Mukti Hadianto, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus komitmen kampus untuk hadir dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut hanya dapat dirasakan masyarakat apabila didukung dengan tata kelola usaha yang baik.

Melalui program ini, kelompok usaha ibu-ibu diharapkan mampu menerapkan prinsip manajemen secara sederhana namun terukur, mulai dari standar resep, kebersihan, disiplin kerja, hingga pencatatan keuangan. Dengan demikian, diharapkan tercipta usaha yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan praktik mengelola resep makanan tradisional dengan memanfaatkan peralatan praktik yang dilengkapi sistem pengelolaan manajemen usaha.
Program pengabdian masyarakat ini pun mendapat sambutan positif dari para ibu-ibu peserta maupun perangkat desa setempat.