Berita

Apoteker Universitas Adiwangsa Jambi Kirim 10 Mahasiswa PKPA ke Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut

Apoteker Universitas Adiwangsa Jambi Kirim 10 Mahasiswa PKPA ke Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut
Oleh: PSPPA UNAJA
23 June 2026
Berita

Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Adiwangsa Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak apoteker profesional dan kompeten melalui pelaksanaan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Pada periode tahun ini, sebanyak 10 mahasiswa profesi apoteker resmi diberangkatkan untuk melaksanakan PKPA di lingkungan Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (LAFI AL).

Pelaksanaan PKPA ini berlangsung di LAFI AL yang beralamat di Jl. Bendungan Jatiluhur No. 1, RT.4/RW.3, Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik kefarmasian industri yang berstandar tinggi.


LAFI AL merupakan singkatan dari Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut, yaitu institusi di bawah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang memiliki tugas pokok di bidang kefarmasian. Sebagai institusi farmasi militer, LAFI AL memiliki peran penting dalam memproduksi berbagai jenis obat dan perbekalan kesehatan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya bagi anggota TNI AL dan keluarganya.

Dalam menjalankan proses produksinya, LAFI AL menerapkan standar mutu yang ketat sesuai prinsip Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta telah memperoleh sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, LAFI AL juga aktif dalam kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang farmasi guna mendukung kesiapan medis dan kesehatan militer.

Sebelum pelaksanaan PKPA dimulai, seluruh mahasiswa terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembekalan PKPA yang diselenggarakan oleh Program Studi Profesi Apoteker FKIK Universitas Adiwangsa Jambi. Kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai etika profesi, tata tertib pelaksanaan PKPA, kesiapan akademik, serta penguatan kompetensi dasar yang akan diterapkan selama praktik berlangsung.

Mahasiswa juga diwajibkan mengikuti bimbingan secara berkala bersama dosen pembimbing dan preseptor guna memastikan ketercapaian target modul PKPA. Proses bimbingan dilakukan secara terstruktur dengan fokus pada penguasaan aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sebagai dasar utama dalam praktik kefarmasian industri. Dengan adanya pendampingan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan analisis, kedisiplinan, serta profesionalisme dalam menjalankan praktik di lapangan.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker FKIK Universitas Adiwangsa Jambi menyampaikan bahwa kerja sama dan pelaksanaan PKPA di LAFI AL menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan profesi apoteker. Pengalaman langsung di institusi farmasi militer diharapkan mampu membentuk lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kefarmasian baik di sektor pelayanan maupun industri.

Pelaksanaan PKPA ini juga menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan dan institusi praktik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan profesi apoteker di Indonesia. Diharapkan seluruh mahasiswa dapat menjalankan kegiatan PKPA dengan penuh tanggung jawab, semangat belajar, dan menjunjung tinggi profesionalisme profesi apoteker.

Bagikan Informasi Ini: