Obat Generik VS Obat Bermerek

Obat Generik VS Obat Bermerek

Admin - 11 December 2021 | 10:41:11 WIB | Hits: 76

Apakah benar obat generik tidak ampuh? Apa itu obat generik bermerek, obat generik berlogo dan obat paten?

Program Studi S1 Farmasi Universitas Adiwangsa Jambi memublikasikan Buletin Resmi Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Adiwangsa Jambi atau lebih dikenal Club PIO HIMAFAR UNAJA, tentang obat generik dan obat bermerek.

 

Tema ini diangkat karena banyak masyarakat yang masih memiliki perspektif jika obat generik tidak cukup ampuh mengobati penyakit.

Obat generik adalah obat yang memiliki kandungan yang sama dengan nama obatnya. Misalnya amlodipin maka didalam obat tersebut terkandung amlodipine juga. Obat generik baru dapat di produksi ketika masa paten perusahaan penemu obat tersebut telah habis. Hal ini sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan intelektual. Perusahaan penemu obat akan memegang hak paten yang membuatnya bisa memonopoli penjualan obat tersebut di seluruh dunia. Selama masa paten itu belum kedaluwarsa, tak ada perusahaan lain yang boleh memproduksi dan menjual obat itu selama sepuluh tahun.

 

Contoh gampang adalah amoksisilin. Antibiotik ini ditemukan tahun 1972 oleh Beecham, perusahaan farmasi Inggris yang sekarang menjadi GlaxoSmithKline. Beecham memberi nama dagang obat ini Amoxil®. Amoxil® inilah yang dalam ilmu farmasi disebut sebagai obat paten (kadang disebut inovator, originator, atau pioner). Selama sepuluh tahun, Beecham menangguk keuntungan dari monopoli penjualan amoksisilin di seluruh dunia.

 

Baru ketika masa patennya kedaluwarsa di tahun 1982, perusahaan-perusahaan farmasi lainnya berlomba-lomba membuat versi generiknya. Dalam terminologi ilmu farmasi, semua produk yang mengandung amoksisilin selain Amoxil® dianggap sebagai obat generik.  Jadi, yang namanya obat paten sebetulnya hanya satu merek, yaitu Amoxil® saja. Semua produk amoksisilin selain Amoxil® adalah obat generik (biasa disebut juga me-too product).

 

Apakah obat generik dapat menyembuhkan ?

 

Jawabannya adalah YA. Tentu saja obat generik dapat menyembuhkan karena obat generik memiliki kandungan yang sama dengan obat paten yang pertama kali ditemukan. Untuk memastikan kesamaan kandungan dan kualitas obat generik, beberapa uji telah dilakukan, diantaranya uji bioavaibilitas dan bioekuivalen. Kedua uji tersebut berfungsi untuk memastikan kandungan obat generik setara dengan obat paten nya dengan tingkat kesamaan diatas 80%. Selain kandungan yang sama, uji diatas juga dapat memastikan bahwa obat generik mampu memberikan efek yang setara dengan obat paten nya sehingga tidak perlu diragukan lagi kemanjurannya.

 

Ingin tahu lebih lengkap perihal obat generik? Silahkan KLIK DISINI untuk membaca Buletin Himafar.

Informasi Lainnya

Pelatihan SAP Analytics Cloud Enablement Session oleh Organizer ASEAN FOUNDATION (SAP) di Universitas

Kegiatan Penyuluhan Prodi D III Keperawatans

Pelantikan Rektor Universitas Adiwangsa Jambis

Kegiatan ON MIPA 2020 di Universitas Adiwangsa Jambis