VISI
VISI:
Menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker yang unggul, mandiri, dan terpercaya di tingkat regional, nasional, dan internasional dalam praktik kefarmasian, khususnya pengembangan dan pemanfaatan produk herbal, serta menghasilkan apoteker profesional yang berjiwa sociotechnopharmapreneur.
MISI
MISI:
- Menyelenggarakan Pendidikan Profesi Apoteker yang terstandar nasional untuk menghasilkan apoteker yang kompeten dalam praktik kefarmasian, khususnya pengembangan dan pemanfaatan produk herbal yang berkualitas, serta pelayanan kefarmasian klinis dan komunitas berbasis teknologi.
- Menyelenggarakan penelitian di bidang pengembangan dan pemanfaatan produk herbal untuk mendukung pemecahan permasalahan kesehatan masyarakat.
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian dalam rangka meningkatkan literasi penggunaan obat yang rasional serta mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara aman, bermutu, dan berdaya guna.
- Memperluas jejaring kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai institusi dalam upaya peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi dan penguatan praktik kefarmasian.
TENTANG
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Adiwangsa Jambi merupakan program pendidikan profesi apoteker pertama di Provinsi Jambi yang berkomitmen menghasilkan apoteker yang kompeten, profesional, dan beretika dalam praktik kefarmasian. Program studi ini telah meluluskan angkatan pertama dengan tingkat kelulusan 100%, serta memiliki alumni yang telah berkarier dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Didukung oleh lokasi yang strategis serta fasilitas pendidikan yang memadai, termasuk rumah sakit milik institusi yaitu Rumah Sakit Royal Prima yang terus berkembang, program studi ini juga menjalin berbagai kerja sama PKPA dengan institusi praktik kefarmasian di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini memberikan pengalaman praktik yang komprehensif bagi mahasiswa.
Seluruh dosen memiliki pengalaman praktik profesi apoteker, aktif berkompetisi dan lolos hibah dalam penelitian yang diselenggarakan oleh Kemdiktisaintek maupun lembaga nasional dan internasional lainnya, serta sebagian besar ter-sertifikasi Herbalis.
Melalui pendekatan socio-technopharmapreneurship, program studi juga berfokus pada pengembangan dan pemanfaatan produk herbal guna mendukung praktik kefarmasian yang unggul dan mandiri menuju tahun 2030.
Data belum tersedia.