Program PKM dirancang komprehensif melalui observasi lapangan, analisis kebutuhan, penyusunan modul, hingga implementasi teknologi dan evaluasi. Tiga fokus utama meliputi inovasi kemasan produk, digital marketing, dan penguatan manajemen keuangan. Setiap aspek dirancang untuk menjawab tantangan UMK Almetta dalam menghadapi pasar modern dan meningkatkan efisiensi usaha.
Pada aspek inovasi kemasan, UMK Almetta bertransformasi dari penggunaan kemasan mika sederhana menjadi kemasan fleksibel berbahan food-grade dengan desain label ritel modern. Penggunaan alat seperti continuous band sealer turut meningkatkan kualitas segel serta memperpanjang daya simpan produk. Upaya ini sekaligus memperkuat branding dan meningkatkan nilai jual produk.
Dalam bidang pemasaran digital, mitra mendapatkan pelatihan pembuatan konten, pengelolaan media sosial, hingga aktivasi toko daring di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Hasilnya, produksi konten meningkat hingga 21 konten per bulan dan transaksi online mulai terbentuk. Selain itu, website resmi UMK dikembangkan sebagai katalog digital terintegrasi dengan WhatsApp Business. Penguatan juga dilakukan pada manajemen keuangan dengan pelatihan aplikasi SIApik sehingga pencatatan transaksi menjadi lebih tertata.
Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan signifikan, seperti omzet yang naik 35% dari Rp4 juta menjadi Rp6,6 juta, efisiensi produksi meningkat 40%, serta peningkatan kapasitas digital seluruh anggota UMK. Program ini memberikan dampak transformasional bagi UMK Telur Gabus Almetta sekaligus mendukung IKU Universitas serta pencapaian SDGs. Universitas Adiwangsa Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan UMKM dan memperkuat ekonomi lokal melalui inovasi dan teknologi.
